Senin, 26 November 2018

WAWANCARA NGAMEN PUISI


TUGAS MAKALAH INDIVIDU
“NGAMEN PUISI”
Dosen Pembimbing :
 Mustakim JM., M.Pd
Disusun Oleh :
Nama                                 : Pebri Yuni Br.Hutabarat
NIM                                   : 1888203024
Tempat, Tanggal Lahir   : Minas, 02 Februari 2000
Agama                               : Kristen Protestan
Filosofi Hidup :
”Karena Masa Depan Sungguh Ada, Dan Harapan Mu Tidak Akan Hilang”

PRODI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LANCANG KUNING
2018



PEMBAHASAN
“NGAMEN PUISI”
A.  Pengertian Ngamen Puisi
Menurut seorang sukarelawan yang tampil saat acara ngamen puisi Jordy Darmawan, Ngamen Puisi adalah aksi seni yang di laksanakan untuk menampilkan berbagai cabang seni serta sebagai jembatan penggalangan dana untuk membantu korban bencana tsunami di Palu. Ia juga berpendapat bahwa Ngamen Puisi ini salah satu penunjang untuk meningkatkan rasa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama manusia. Acara ini merupakan salah satu Aksi Seni yang di adakan oleh sebuah organisasi seni yang diberi nama SANGGAR SYRIH. Sebagian besar juga para seniman yang tampil merupakan anggota dari organisasi tersebut yang diketuai oleh Muhammad Aidil.
B.  Tujuan Acara  Ngamen Puisi
Beberapa tujuan dari Ngamen Puisi adalah :
1.    Untuk penggalangan dana korban bencana di Palu.
2.    Untuk menambahkan atau menampilkan bakat para seniman.
3.    Untuk meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah.
4.    Untuk mengembangkan minat bakat seseorang dalam seni.
5.    Untuk mempertahankan budaya melayu khususnya di Universitas Lancang Kuning.

                                                                             

C.  Manfaat Acara Ngamen Puisi
Ngamen Puisi mempunyai banyak manfaat, diantaranya :
1.    Melatih mental dan kreativitas para seniman
2.    Mencari bibit-bibit baru yang memiliki seni untuk dapat di tampilkan di acara-acara seperti Ngamen Puisi tersebut.
3.    Menambah wawasan mengenai kesenian.
4.    Menambah eratkan solidaritas antar sesama manusia terutama para mahasiswa.
5.    Memberikan semangat baru bagi para seniman untuk berkarya.
D.  Filosofi Acara Ngamen Puisi
Menurut Jordy Darmawan, filosofi atau dasar dari terbentuknya acara Ngamen Puisi ini adalah bencana alam yang terjadi di Palu. Sehingga muncullah sebuah ide untuk membuat acara yang tidak hanya sekedar penggalangan dana saja namun juga mampu memberikan hiburan atau pertunjukan yang di tampilkan para seniman, menambah pengetahuan  tentang kesenian, memberikan apresiasi kepada para seniman serta mempererat solidaritas di lingkungan sekitar.
Acara Ngamen Puisi dilaksakan oleh sebuah komunitas yang diberi nama SANGGAR SYRIH. Dari ide tersebut maka tersusunlah sebuah perencanaan, persiapan sampai kepada pelaksanaan kegiatan. Namun, tidak hanya anggota dari Sanggar Syrih saja yang menampilkan berbagai kesenian, banyak sukarelawan lain yang berusaha menampilkan kesenian yang dimiliki.




E.  Cabang Seni Yang Ditampilkan Di Acara Ngamen Puisi
Dalam acara Ngamen Puisi, banyak cabang seni yang ditampilkan para seniman. Diantaranya :
1.    Seni Musik
2.    Seni Tari
3.    Seni Teater
4.    Seni Lukis
F.   Koordinator Acara Ngamen Puisi
Acara Ngamen Puisi ini tidak memiliki koordinator khusus pada setiap seni yang di tampilkan. Namun acara ini di ketuai oleh Midun Al-Hakurrahawi yang sekaligus sebagai koordinator secara keseluruhan.
G. Narasumber
Narasumber yang saya pilih adalah salah satu anggota Sanggar Syrih yang bernama Jordy Darmawan. Ia adalah salah satu mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya semester III. Ia juga mengikuti sebuah komunitas di luar Universitas Lancang Kuning yang bernama Pevo Team dari komunitas Sayap S.R.K. Pada saat acara Ngamen Puisi ia menyanyikan sebuah lagu Ed Sheeran Photograph.






FOTO BERSAMA SUKARELAWAN YANG MENAMPILKAN SENI MUSIK
“ED SHEERAN PHOTOGRAPH”
JORDY DARMAWAN








FOTO SAAT ACARA “NGAMEN PUISI” SEDANG BERLANGSUNG

   





H.  Komentar
1.    Susunan acara dalam Ngamen Puisi kurang teratur sehingga penonton tidak dapat menyaksikan penampilan para seniman.
2.    Fasilitas kurang lengkap, seperti : pentas atau panggung yang kurang memadai.
3.    Acara dilakukan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung sehingga banyak yang tidak dapat menghadiri acara  tersebut atau banyak yang tidak dapat melihat setiap penampilan secara keseluruhan.
I.     Ide Kreatif
1.    Menambah lukisan-lukisan yang berbaur toleransi atau yang menggambarkan tentang bencana alam dan orang-orang yang membutuhkan bantuan sesuai dengan tema kegiatan.
2.    Menggunakan kostum pada setiap penampilan, seperti memakai baju adat atau baju-baju kreatif yang dibuat dari bahan bekas.
3.    Membuat sebuah ciri khas tersendiri pada setiap penampilan.
J.    Pendapat
Menurut saya, acara Ngamen Puisi ini sangat memiliki banyak dampak positif. Acara ini juga memiliki banyak manfaat yang dapat meningkatkan rasa peduli sosial terhadap sesama manusia maupun terhadap seni. Acara ini juga dapat menghibur serta memberi motivasi baru bagi orang yang menyaksikannya. Meskipun tidak semua orang dapat melihat acara tersebut dikarenakan acara tersebut diadakan di kantin ataupun diadakan saat jam kuliah, namun acara ini tetap ramai serta memiliki daya tarik tersendiri karena acara ini diadakan dengan menampilkan beragam seni dan disisi lain acara ini juga sebagai jembatan untuk membantu korban bencana alam di Palu.

Dengan adanya acara Ngamen Puisi ini juga dapat menjadi salah satu jalur untuk memperkenalkan organisasi yang ada di Universitas Lancang Kuning. Sehingga banyak mahasiswa baru yang mendapatkan informasi untuk dapat bergabung serta mengembangkan bakat yang dimiliki.
K. Saran
Saran dari saya adalah :
1.    sebaiknya acara Ngamen Puisi ini diadakan di saat ada waktu luang mahasiswa secara keseluruhan, agar semua mahasiswa dapat hadir serta menyaksikan acara ini dari awal sampai akhir.
2.    Sebaiknya acara ini juga di umumkan di setiap fakultas sehingga tidak hanya mahasiswa yang datang ke kantin saja yang menyaksikannya.
3.    Sebaiknya acara ini diadakan di tempat yang lebih luas dan terbuka agar semua mahasiswa bahkan dosen mengetahui sekaligus menyaksikan acara tersebut.
4.    Sebaiknya masing-masing cabang seni memiliki koordinator khusus agar setiap penampilan dapat dikoordinasi dengan baik.
5.    Sebaiknya acara ini memiliki fasilitas yang lengkap dan menarik sehingga membuat banyak penonton tertarik untuk menyaksikan acara tersebut.
6.    Sebaiknya acara-acara seperti ini lebih di tingkatkan lagi keaktifannya sehingga organisasi di Universitas Lancang Kuning semakin dikenal di semua kalangan manusia dan dapat juga sebagai salah satu penarik calon mahasiswa nantinya untuk masuk ke Universitas Lancang Kuning.




L.  Kritik
1.    Seni Lukis yang ada sangat bagus dan menarik namun alangkah baiknya lukisan tersebut diperbesar dan diperbanyak.
2.    Seni yang ditampilkan sangat bagus namun ada beberapa seniman yang kurang menghayati seni yang ditampilkan mungkin karena kurangnya persiapan dan banyaknya penonton yang membuat konsentrasi mereka terganggu.
3.    tempat yang dipilih sudah bagus namun alangkah baiknya tempat yang dipilih lebih terbuka agar dapat diketahui oleh banyak orang terutama mahasiswa yang tidak mengetahui adanya acara tersebut.





                                                                           


LANDASAN BIOLOGI PENDIDIKAN DAN LANDASAN SOSIAL PENDIDIKAN



MAKALAH
MATA KULIAH FILOSOFI DAN LANDASAN PENDIDIKAN
“LANDASAN BIOLOGI PENDIDIKAN DAN LANDASAN SOSIAL BUDAYA PENDIDIKAN”
KELOMPOK 8
Description: C:\Documents\i33rXe828SVHUHwnKIJokVTEKb6ereXJModUpWBJsIH2Sr18fsNgNaklTPLf8oCFC1Jv619T1M1Y98qEW_M6WaIxU3JKHOMhPSt-BiwPOIqxkI4vznU-3-l4OA=w390-h377-nc.png

 DISUSUN OLEH:
Ø  DANITA FIRDAYANA                                   (1888203052)
Ø  PEBRI YUNI Br HUTABARAT         (1888203024)

DOSEN: MUSTAKIM JM, M.Pd

PROGRAM STUDI BAHASA INGGRIS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LANCANG KUNING
2018


KATA PENGANTAR

      Puji syukur kami haturkan kepada ALLAH SWT yang mana telah mencurahkan nikmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Landasan biologi pendidikan dan landasan sosial budaya pendidikan “ dengan sebaik-baiknya.
      Tidak lupa pula shalawat bersampulkan salam kami sanjungkan kepada junjungan alam yakni nabi besar Muhammad saw yang telah membawa umatnya dari masa jahiliyah ke masa cerdas dan modern yang kita rasakan sampai saat ini.
Kami mengucapkan terimakasih kepada:
1.      Dosen pengajar Mustakim JM, M.Pd yang telah memberikan pengarahan  dalam hal-hal yang bersangkutan dengan makalah ini.
      Kami menyadari bahwa makalah ini masih bersifat sederhana. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dosen untuk memperbaiki makalah ini agar bisa menjadi sumber belajar bagi kami dan pembaca pada umumnya.
      Demikian pengantar kata kami ucapkan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami dan pembaca.





Pekanbaru, 12 Oktober 2018


i


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................... .      i
DAFTAR ISI.........................................................................................        ii
BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar belakang masalah....................................................................        1
B.       Rumusan masalah.............................................................................       2
C.       Tujuan penulisan...............................................................................        2
D.      Manfaat penulisan............................................................................        2
BAB II PEMBAHASAN
A.      Landasan biologi pendidikan........................................................... .      3         
B.       Landasan sosial budaya pendidikan................................................. .      13
BAB III PENUTUP
A.      Kesimpulan.......................................................................................        25
B.       Saran.................................................................................................        25
DAFTAR PUSTAKA


ii


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar belakang masalah
Ilmu pendidikan memerlukan landasan keilmuan karena pendidikan dapat dijadikan suatu langkah awal untuk mengarahkan, serta menjadi pilar utama di dalam pengembangan manusia demi tercapainya cita-cita bangsa. Landasan keilmuan juga sebagai pemberi dukungan untuk perkembangan masyarakat. Dalam mengupayakan pendidikan, lembaga pendidikan dan pendidik harus senantiasa bekerjasama dalam memfasilitasi apa-apa saja yang dibutuhkan oleh peserta didik atau masayarakat agar proses pendidikan dapat berjalan sesuai tujuan yang diharapkan. Fasilitas yang diberikan bukan hanya sekedar alat pembantu dalam proses belajar mengajar, tetapi fasilitas ilmu pengetahuan lebih diperhatikan untuk menunjang generasi yang cerdas dan bermartabat sesuai kodrat yang semestinya dimiliki oleh setiap manusia. Di dalam landasan pendidikan ada yang dinamakan dengan landasan biologi pendidikan dan landasan sosial budaya pendidikan.
Landasaan biologi pendidikan merupakan landasan yang banyak memiliki unsur biologisnya. Landasan ini penting bagi peserta didik atau masyarakat karena pendidikannya mengajarkan hal-hal yang berkaitan dengan manusia secara ilmu biologi.
Di kehidupan masyarakat terdapat struktur sosial dan kebudayaan yang menjadi landasan masyarakat yang di dalamnya terjadi unsur pendidikan. Hal ini terjadi karena masyarakat perlu adanya pendidikan untuk mempelajari suatu struktur sosial dan budaya yang menjadi ciri khas dari suatu masyarakat itu sendiri. Landasan pendidikan akan menjadi titik tolak dalam menetapkan tujuan pendidikan, memilih isi pendidikan, dan memilih cita-cita pendidikan.

1


B.       Rumusan masalah
a.       Bagaimana landasan biologi pendidikan?
b.      Bagaimana landasan sosial budaya pendidikan?

C.       Tujuan penulisan
a.       Untuk menjelaskan landasan biologi pendidikan
b.      Untuk menjelaskan landasan sosial budaya pendidikan

D.      Manfaat penulisan
a.       Agar mengetahui landasan biologi pendidikan
b.      Agar mengetahui landasan sosial budaya pendidikan

















2


BAB 1I
PEMBAHASAN

A.      Landasan biologi pendidikan
1.        Sejarah landasan biologi pendidikan
Istilah biologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas dua kata yakni, “bio” dan “logia”. “Bio” berarti kehidupan sedangkan “logia” berati ilmu. Bentuk latin dari kata tersebut (biologi), biologi pertama kali digunakan oleh Linnaeus
(Carl Von Linne) dalam karyanya yang berjudul Bibliotheca botanica pada tahun 1736. Kata tersebut dipakai lagi pada tahun 1766 oleh Michael Christoph Hanov dalam tulisannya yang berjudul Philosophiae naturalis sive physicae: tomus III, continens geologian, biologian, phytologian generalis. Terjemahan bahasa Jermannya, yaitu Biologie, pertama kali muncul dalam terjemahan karya Linnaeus pada tahun 1771. Pada tahun 1797, Theodor Georg August Roose menggunakan istilah tersebut dalam pendahulu bukunya yang bertajuk Grundzuge der Lehre van der Lebenskraft.
Karl Friedrich Burdach pada tahun 1800 memakai istilah ini dalam arti yang lebih sempit, yaitu penelitian manusia dari sudut pandang morfologis/pengetahuan tentang bentuk, fisiologis/sistem kehidupan, dan psikologis/proses mental (Propadeutik zum Studien der gesammten Heilkinst). Istilah biologi dalam pengertian modern baru muncul dalam buku Biologie, oder philosophie der lebenden Natur (1802-1822) yang ditulis oleh Gottfried Reinhold Treviranus. Di dalam buku tersebut tertulis:
“Objek penelitian kami adalah berbagai macam bentuk dan perwujudan kehidupan, keadaan dan hukum yang mengatur fenomena tersebut, serta penyebabnya. Ilmu yang terkait dengan objek tersebut kami sebut biologi [Biologie] atau doktrin kehidupan [Lebenslehre].

3


Walaupun  biologi modern merupakan perkembangan yang relatif baru, ilmu yang terkait sudah dipelajari dari masa lampau. Filsafat alam dapat ditemui di peradaban yang berada di daerah Mesopotamia, Mesir, India, Tiongkok.
Namun, asal usul dan pendekatan biologi modern berasal dari masa Yunani Kuno. Walaupun penelitian kedokteran dapat dilihat dengan teliti dari masa Hippocrates (ca.  460 SM –ca. 370 SM), Aristoteles (384 SM – 322 SM) adalah tokoh yang paling berjasa dalam mengembangkan biologi. Salah satu karya terpentingnya adalah Historia Animalium, dan beberapa karya lain yang menunjukkan cara pandang seorang peneliti alam, serta karya-karya empirisnya yang mencoba mempelajari sebab-akibat biologis, dan keanekaragaman hayati.
Biologi mulai berkembang pesat setelah Antony van Leeuwenhoek memperbaiki mikroskopnya. Berkatnya, spermatozoa (sel sperma), bakteri, infusoria (istilah kolektif makhluk hidup yang ada di dalam kolam air tawar, seperti protozoa), dan berbagai macam kehidupan mikroskopik lain berhasil ditemukan. Penyelidikan yang dilakukan oleh Jan Swammerdam membangkitkan ketertarikan terhadap bidang entomologi, dan membantu mengembangkan teknik pembedahan, dan pewarnaan mikroskopik.
Kemajuan mikroskop juga sangat mempengaruhi pemikiran tentang biologi. Pada awal abad ke-19, sejumlah ahli biologi mulai menyadari pentingnya konsep sel. Kemudian, pada tahun 1838, Schleiden, dan Schwann mulai menganjurkan gagasan (yang kini diterima secara luas)  bahwa (1) satuan dasar organisme adalah sel, (2) masing-masing sel memiliki karakteristik kehidupan, walaupun mereka menentang gagasan bahwa (3) semua sel berasal dari pembagian sel lain. Akan tetapi, berkat karya Robert Remak, dan Rudolf Virchow (1860-an) sebagian besar ahli biologi menerima ketiga hal tersebut yang kini disebut teori sel.



4


Pada tahun 1940-an, dan awal tahun 1950-an, penelitian berhasil membuktikan bahwa DNA merupakan komponen kromosom yang mengandung satuan pewarisan yang kini disebut gen. Pemusatan perhatian pada model organisme baru seperti virus, dan bakteri serta penemuan struktur untai ganda DNA pada tahun 1953 menandai jalannya peralihan ke masa genetika molekuler. Kode genetik berhasil dipecahkan oleh Har Gobind Khorana, Robert W. Holley, dan Marshall Warren Nirenberg setelah memahami bahwa DNA mengandung kodon. Akhirnya, proyek Genom Manusia (keseluruhan DNA yang memuat informasi genetik) diluncurkan pada tahun 1990 dengan tujuan untuk memetakan semua Genom Manusia (DNA). Proyek ini selesai pada tahun 2003, dan merupakan langkah pertama dalam menggabungkan pengetahuan biologi dengan definisi tubuh manusia, dan organisme lain secara fungsional, dan molekuler.


2.        Pengertian landasan biologi pendidikan
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia istilah landasan diartikan sebagai alas, dasar, atau tumpuan. Adapun istilah landasan sebagai dasar di kenal pula sebagai fundasi. Mengacu pada pengertian tersebut, kita dapat memahami bahwa landasan adalah suatu alasan atau dasar pijakan dari suatu hal tempat berdirinya sesuatu itu. Sedangkan biologi adalah ilmu yang mempelajari makhluk hidup serta proses kehidupan dari faktor biologi, manusia dan hewan memiliki kesamaan karakteristik, namun ada perbedaannya yaitu manusia memiliki potensi superior yang membedakannya dengan makhluk lain. Jadi berdasarkan pemikiran di atas dapat di simpulkan bahwa landasan biologi pendidikan adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari kaidah-kaidah biologi yang dijadikan titik tolak dalam pendidikan.


5


Contoh:
“ Dibanding dengan hewan, manusia memiliki otak yang lebih besar sehingga ia mampu berpikir “. Implikasinya, manusia memungkinkan untuk dididik.
    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia asumsi yaitu dugaan yang diterima sebagai dasar landasan berpikir karena dianggap benar. Potensi superior adalah kemampuan mental, kecerdasan, akal budi atau daya pikir yang paling sempurna yang semuanya berada dalam otak.

Ada tiga arti biologi bagi pendidikan menurut Home, yaitu:
*        Bertambahnya ukuran
Otak manusia telah dibentuk sejak triwulan kehamilan. Hal ini dapat dibuktikan bahwa saat dalam kandungan, otak mempunyai ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan organ tubuh yang lain. Pertumbuhan dan perkembangan sel syaraf pusat pada otak berlangsung sangat pesat pada awal-awal pertumbuhan.
Pada usia 6 atau 7 tahun otak anak hampir mencapai proporsi orang dewasa, berat otaknya bertambah lebih dari tiga kali lipat dibandingkan berat ketika lahir.
Menurut Mc. Crone bahwa bertambahnya jumlah sel-sel otak pada manusia karena disebabkan adanya penundaan proses pelapisan protein lemak, yang membungkus semua jaringan syaraf. Penundaan proses  itu membuat anak fleksibel dalam  belajar melihat, merasa, mendengar, dan berpikir. Pada anak manusia penundaan ini sangat lama jika dibandingkan dengan anak hewan.
*        Panjangnya periode anak manusia dibandingkan dengan hewan
Hewan dan manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang dibedakan menjadi dua periode, yaitu periode prenatal ( terjadi sebelum kelahiran) dan periode pascanatal (setelah kelahiran).


6


a.         Periode prenatal
Setelah fertilisasi/pembuahan maka terbentuk zigot yang masih berupa satu sel, kemudian zigot akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Zigot akan membelah sedemikian rupa hingga membentuk tiga lapisan embrionik yang merupakan cikal bakal pembentukan organ pada hewan. Masa prenatal hewan berkembang di dalam atau di luar tubuh induk. Jika berkembang di dalam tubuh induk asupan makanan langsung disuplai oleh induk melalui hubungan induk-embrio. Sedangkan jika berkembang di luar tubuh induk maka embrio dibekali cadangan makanan sebagai suplai nutrisi.
Tiga lapisan embrionik tersebut ialah: ektoderm (bagian terluar dari tiga lapisan massa sel yang muncul di awal perkembangan embrio), mesoderm (sel-sel yang berada pada lapisan tengah saat fase embrionik dalam perkembangan makhluk hidup), dan endoderm (salah satu lapisan germinal yang terbentuk selama embriogenesis hewan).
Setelah terbentuk organ lengkap, embrio masih akan terus mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan untuk pematangan fisik embrio sampai waktu yang telah ditentukan sampai keluar dari cangkang atau dilahirkan dari tubuh induk.
b.        Periode pascanatal
Masa pascanatal terjadi ketika embrio telah dilahirkan ke bumi. Pertumbuhan dan perkembangan terjadi dengan pertambahan ukuran dan kematangan organ reproduksi.

*        Otak sebagai alat berpikir
Berpikir adalah memanipulasi data, fakta dan informasi untuk membuat keputusan berprilaku. Aktivitas mental dalam perasaan dan pemahaman bergantung pada perangsangan dari luar dan dalam, yang disebut dengan sensasi dan atensi.
7


3.        Dasar biologi modern
*        Teori sel
Menurut teori sel, sel merupakan satuan dasar kehidupan, dan semua kehidupan yang terdiri atas satu atau lebih produk sel yang disekresikan. Sel juga dianggap sebagai satuan dasar dalam proses patologis (bidang kedokteran yang berkaitan dengan ciri dan perkembangan penyakit melalui analisis keadaan bagian tubuh), dan fenomena aliran energi yang terjadi di sel sebagai bagian dari proses metabolisme. Selain itu, sel mengandung satuan pewarisan yang diwariskan dari satu sel ke sel lain selama proses pembelahan sel.

*        Evolusi

Description: C:\Users\User\Pictures\300px-Mutation_and_selection_diagram-id.svg.png
Seleksi alam suatu populasi

Salah satu konsep penting dalam biologi adalah konsep bahwa kehidupan berubah melalui mekanisme evolusi, dan semua organisme punya nenek moyang bersama. Berdasarkan teori evolusi, semua organisme di bumi, baik yang masih hidup maupun yang sudah punah berasal dari satu nenek moyang bersama. Nenek moyang bersama terakhir diyakini muncul sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu.
8


Ahli biologi biasanya memandang keseragamaan kode genetik sebagai bukti yang mendukung teori nenek moyang bersama semua bakteri, archaea, dan eukariot.
Walaupun diperkenalkan dalam kamus ilmiah oleh Jean-Baptiste de Lamarck (1809), evolusi baru dikukuhkan sebagai teori ilmiah 50 tahun kemudian oleh Charles Darwin dengan menjelaskan mekanisme pendorongnya: seleksi alam (Alfred Russel Wallace juga diakui sebagai salah satu penemu evolusi karena ia membantu penelitian, dan percobaan yang terkait dengan konsep ini). Darwin menjelaskan bahwa spesies, dan ras berkembang melalui proses seleksi alam, dan seleksi buatan atau pengembangbiakkan selektif. Hanyutan genetik dianggap sebagai mekanisme tambahan dalam sistesis modern teori evolusi. Evolusi kini digunakan untuk menjelaskan keanekaragaman kehidupan di bumi.

*        Genetika
Description: C:\Users\User\Pictures\220px-Punnett_square_mendel_flowers.svg.png
Persegi Punnett yang menggambarkan persilangan anatara dua tanaman

Gen adalah satuan pewarisan utama semua organisme. Gen merupakan bagian dari DNA yang memengaruhi bentuk atau fungsi organisme. Semua organisme, dari bakteri hingga hewan memiliki mekanisme yang mentranslasi DNA menjadi protein.

9


Kode translasi semua organisme pada dasarnya sama. DNA biasanya berbentuk kromosom linear dalam eukariota (organisme dengan sel yang memiliki nukleus dan organel bermembran lainnya), dan kromosom lingkaran dalam prokariota (makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti sel). Kromosom adalah struktur yang terdiri dari DNA, dan histon (protein yang ditemukan pada inti sel eukariota yang terbungkus DNA) informasi genetik dalam sebuah genom disimpan dalam gen, dan himpunan informasi tersebut dalam suatu organisme disebut genotip.

*        Homeostasis

Description: C:\Users\User\Pictures\220px-ACTH_Negative_Feedback.svg.png
Sistem kerja hipotalamus

Homeostasis adalah kemampuan suatu sistem terbuka dalam mengatur stabilitas lingkungan dengan melakukan penyesuaian keseimbangan dinamika yang diatur oleh mekanisme pengaturan yang terkait. Semua organisme baik uniseluler (organisme bersel satu) maupun multiseluler (organisme banyak sel) mengalami homeostasis. Untuk menjaga keseimbangan dinamika, dan melakukan fungsi tertentu secara efektif, suatu sistem harus melacak, dan menanggapi gangguan.
10


Setelah melacak gangguan, sistem biologis biasanya menanggapi melalui proses umpan balik negatif. Artinya, sistem tersebut menstabilkan keadaan dengan mengurangi atau meningkatkan aktivitas suatu organ atau sistem. Contohnya adalah pelepasan glukagon ketika kadar gula dalam tubuh terlalu rendah.

*        Energi

Description: C:\Users\User\Pictures\240px-Energy_and_life.svg.png
Skema yang menggambarkan proses energi dalam tubuh manusia

Keberlangsungan organisme bergantung pada masuknya energi secara terus-menerus. Reaksi kimia yang membentuk struktur, dan fungsi tertentu dapat mengambil energi dari suatu substansi yang menjadi makanannya untuk membantu membentuk, dan mempertahankan sel baru. Dalam proses ini, molekul bahan kimia yang menjadi makanan memainkan dua peran, yaitu: makanan tersebut mengandung energi yang dapat diubah untuk mendukung reaksi kimia biologis, makanan tersebut mengembangkan struktur molekuler baru.




11


Organisme yang berperan dalam menghantarkan energi ke suatu ekosistem disebut autotrof. Hampir semua organisme autotrof memperoleh energi dari matahari. Tumbuhan menggunakan energi matahari melalui proses fotosintesis yang mengubah bahan baku menjadi molekul oraganik. Beberapa energi yang diperoleh digunakan untuk menghasilkan biomassa yang dapat mempertahankan kehidupan, dan mendukung pertumbuhan, dan perkembangan.

4.        Cabang-cabang biologi
*        Aerobiologi =>  mempelajari partikel organik di udara
*        Agrikultur               => mempelajari proses produksi hasil panen, dan lebih menekankan pada penerapannya
*        Anatomi      => mempelajari bentuk, dan fungsi tumbuhan, hewan, dan organisme lain.
*        Astrobiologi=> mempelajari evolusi, distribusi, dan masa depan kehidupan di alam semesta
*        Biofisika     => mempelajari proses biologis dalam kerangka fisika, dengan menerapkan teori, dan metode yang secara tradisional digunakan dalam ilmu fisika.
*        Biologi bangunan => meneliti lingkungan hidup di dalam ruangan
*        Biologi evolusioner => mempelajari asal usul, nenek moyang spesies
*        Biologi integratif  => mempelajari semua organisme
*        Botani                  =>  mempelajari pertumbuhan
*        Ekologi                 => mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya
*        Entomologi          => mempelajari serangga
*        Etologi                 => mempelajari perilaku hewan
*        Mamalogi             => mempelajari mamalia

12


B. Landasan sosial budaya pendidikan
Sosial budaya merupakan bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setiap kegiatan manusia hampir tidak pernah lepas dari unsur sosial budaya. Sosial mengacu kepada hubungan antarindividu, antarmasyarakat, dan individu dengan masyarakat. Aspek sosial ini merupakan aspek individu secara alami, artinya aspek itu telah ada sejak manusia dilahirkan. Budaya mengacu tentang apa yang dikerjakan dan cara mengerjakannya serta bentuk yang diinginkan. Sama halnya dengan aspek sosial, aspek budaya sangat berperan dalam proses pendidikan. Malah dapat dikatakan tidak ada pendidikan yang tidak dimasuki unsur budaya.
Pendidikan dalam penyelenggaraannya juga berlandaskan pada landasan sosial. Landasan sosial pendidikan menekankan pada pendidikan dalam prosesnya memperhatikan kondisi dan proses sosial yang terjadi di suatu masyarakat ataupun sebuah bangsa. Kondisi sosial suatu masyarakat akan mempengaruhi penyelenggaraan bidang pendidikan, seperti proses pembelajaran, pengembangan kurikulum, dan pola kerjasama sekolah dengan masyarakat. Landasan sosial pendidikan mencakup kekuatan sosial masyarakat yang selalu berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Kekuatan tersebut dapat berupa kekuatan nyata dan potensial yang berpengaruh dalam perkembangan pendidikan dan sosial budaya seiring dengan dinamika masyarakat.
Dasar sosial pendidikan mengkaji kondisi sosial dan pendidikan berdasarkan prinsip pemecahan masalah secara ilmiah dan berdasarkan nilai demokrasi. Kajian sosial pendidikan mengkombinasikan konsep, instrumen, dan metode dari ilmu sosial dan filsafat untuk membentuk kajian terpadu  tentang asal usul, tujuan, dan fungsi lembaga pendidikan dalam suatu masyarakat.
13

Manan (1989:5) mengemukakan sebuah program pendidikan mencerminkan kehidupan dan kondisi suatu masyarakat dan tidak dapat dipisahkan dari aspek sosial budaya, sejarah, dan filosofi yang semuanya memberi arah dalam bidang pendidikan.
Kajian mengenai dasar sosial dan budaya dari pendidikan bertujuan untuk membekali guru dengan pengetahuan yang mendalam tentang masyarakat dan kebudayaan di mana mereka hidup dan untuk membantu calon guru untuk mengetahui bahwa pengertian mengenai masyarakat dan kebudayaan sangat penting artinya guna memahami tentang masalah pendidikan.
Kajian sosial budaya menghubungkan pengetahuan tentang masyarakat dan kebudayaan dengan pendidikan sebagai institusi untuk memelihara kesinambungan dan pengembangan masyarakat dan kebudayaan. Sekolah harus memahami isu dan masalah sosial budaya dalam masyarakat terutama yang berkaitan dengan perubahan sosial budaya yakni modernisasi. Pemahaman tentang sosial budaya dan proses perubahan sosial budaya diharapkan sekolah dapat mempertahankan dan meningkatkan fungsinya sebagai agent of change dan membentuk generasi yang berkualitas. Suatu masyarakat dibentuk oleh sekumpulan orang, cara-cara mereka bertingkah laku merupakan kebudayaan mereka.



14


Kajian konsep sosial budaya akan terfokus pada pembahasan:
1.        Karakteristik sosial budaya pendidikan
Potensi yang dimiliki manusia yaitu otak mampu menghasilkan kebudayaan, hasil dari potensi yang tercermin dari berbagai hasil manusia merupakan sumber pembentukan kebudayaan. Kebudayaan merupakan pengalaman universal manusia, manifestasi lokal dan regionalnya bersifat unik. Sosial budaya bersifat terus menerus dan tetap. Koentjaraningrat (1974) mengemukakan bahwa kebudayaan memiliki unsur-unsur yang universal yaitu bahasa, sistem teknologi, sistem ekonomi, organisasi sosial, sistem pengetahuan, sistem religi, dan sistem kesenian. Bentuk manifestasi dari unsur-unsur sosial budaya berbagai masyarakat bersifat unik.
Semua masyarakat memiliki unsur budaya bahasa tetapi tidak ada dua bahasa yang identik sama. Masing-masing kebudayaan memiliki kekerabatan dan persamaan tetapi tidak identik. Keragaman atau keunikan dari unsur-unsur sosial budaya terbentuk karena adanya keragaman lingkungan dan sejarah perkembangan suatu masyarakat. Kebudayaan bersifat stabil dan dinamis. Unsur-unsur sosial budaya biasanya bertahan dan stabil untuk suatu periode waktu tertentu, tetapi kontak budaya dan perubahan lingkungan mempengaruhi terjadinya perubahan budaya (enkulturasi dan akulturasi). Pendidikan memegang peranan penting dalam perubahan sosial budaya manusia. Sosial budaya membentuk karakter suatu masyarakat.


15


Berdasarkan kajian tentang sosial budaya, Murdock (2015) mengidentifikasi karakteristik kebudayaan yang bersifat universal, yaitu:
*        Kebudayaan dipelajari dan bukan bersifat insting, karena itu kebudayaan tidak dapat diselidiki asal usulnya dari gen atau kromosom.
*        Kebudayaan ditanamkan, generasi baru tidak memiliki pilhan tentang kurikulum kebudayaan, hanya manusia yang dapat menyampaikan warisan sosialnya dan generasi berikutnya dapat menyerap dan mengembangkan.
*        Kebudayaan bersifat sosial dan dimiliki bersama oleh manusia dalam berbagai masyarakat yang terorganisasi.
*        Kebudayaan bersifat gagasan, kebiasaan-kebiasaan kelompok dikonsepsikan atau diungkapkan sebagai norma-norma ideal atau pola perilaku.
*        Kebudayaan sampai pada satu tingkat memuaskan individu dan kebutuhan kelompok sosial secara budaya dapat didefinisikan.
*        Kebudayaan bersifat integratif, selalu ada tekanan ke arah konsistensi dalam setiap kebudayaan, jika tidak maka konflik akan cepat menghancurkannya. Kebudayaan yang terintegrasi dengan baik memiliki kepaduan sosial (social cohesion) di antara institusi dan kelompok sosial yang mendukung kebudayaan tersebut.
Konsep budaya multikultural merupakan suatu ideologi yang mengkaji perbedaan budaya, mengakui, dan mendorong pluralisme budaya sebagai suatu corak kehidupan masyarakat (Zubaedi, 2005:61). Multikultural akan menjadi pemersatu yang mengakomodasi perbedaan dalam masyarakat yang heterogen. Antar individu hidup berdampingan dalam kesetaran derajat politik, dan hukum.
16


Prinsip multikultural dapat dijadikan sebagai strategi dan pendekatan dalam pengembangan kurikulum karena disesuaikan dengan kondisi budaya daerah. Relevansi antara kurikulum dan sosial budaya dijadikan pedoman dalam penyusun kurikulum sehingga pelaksanaannya diharapkan dapat mengembangkan potensi peserta didik dan potensi daerah.
Kebudayaan bersifat stabil tetapi dapat berubah, perubahan diukur dari elemen yang relatif stabil dan stabilitas diukur dari elemen budaya yang berubah dengan cepat. Beberapa kebudayaan bersifat fleksibel dari yang lain, menyesuaikan diri terhadap perubahan yang cepat tanpa mengalami disintegrasi. Beberapa aspek kebudayaan relatif lebih reseptif terhadap perubahan dibandingkan dengan aspek yang lain. Teknologi berubah dengan cepat dibandingkan dengan nilai-nilai, namun demikian tidak ada nilai dan ideologi yang secara keseluruhan tetap bersifat statis.
2.        Transmisi sosial budaya pendidikan
Kajian sosial budaya pendidikan dari masa ke masa mengalami perubahan secara terminologis (peristilahan). Istilah tersebut mencakup enkulturasi (pembudayaan), sosialisasi (pemasyarakatan), pendidikan, dan sekolahan. Istilah tersebut sangat penting dikaji dalam pendidikan karena berguna untuk menjelaskan gejala yang terjadi dalam bidang pendidikan. Herskovits (1964) mengemukakan bahwa enkulturasi dan sosialisasi memiliku hakikat yang sama, aspek-aspek dari pengalaman belajar yang memberi ciri khusus atau yang membedakan manusia dari makhluk lain, dan dengan menggunakan pengalaman kehidupan maka manusia memperoleh kompetensi dalam kebudayaannya.

17


Enkulturasi merupakan proses pembiasaan secara sadar atau tidak sadar yang dilakukan dalam batas yang dijinkan secara norma oleh suatu kebudayaan. Proses enkulturasi bersifat kompleks dan berlangsung seumur hidup dan tiap tahap kehidupan memiliki perbedaan dalam hal objek budaya yang dialami. Fungsi enkulturasi adalah mempengaruhi perubahan respons individu terhadap perilaku budaya yang secara sosial disetujui sehingga menghasilkan tingkah laku kehidupan yang berbudaya. Tiap individu memiliki serangkaian mekanisme perilaku yang diwarisi dan dapat berubah karena pengaruh budaya masyarakat. Perilaku individu dipengaruhi oleh sosial budaya masyarakatnya.
Kesamaan konsep enkulturasi dengan konsep sosial tercermin pada sosialisasi menunjukkan proses pengintegrasian individu ke dalam sebuah kelompok sosial sedangkan enkulturasi adalah proses yang menyebabkan individu memperoleh kompetensi dalam kebudayaan kelompok. Enkulturasi dan sosialisasi mengandung unsur nilai, pola bertingkah laku, dan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang diperlukan oleh individu untuk dapat berfungsi sebagai anggota suatu masyarakat yang mendukung kebudayaan. Hansen (1979:28-29) mengemukakan education is part from enkulturasi that is intentional effort and has systematic to submit know-how and erudition, habit thinks, and comport that demanded must has by students. Pendidikan merupakan bagian dari enkulturasi yaitu usaha yang disengaja dan bersifat sistematis untuk menyampaikan keterampilan dan pengetahuan, kebiasaan berpikir, dan bertingkah laku yang dituntut harus dimiliki oleh para peserta didik.



18


3.        Hubungan sosial budaya dengan pendidikan
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 ayat 2 menyatakan bahwa pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap tuntutan zaman. Sehingga di dalam penentuan tujuan dan proses pelaksanaannya, pendidikan di Indonesia harus selalu berakar pada budaya atau karakter nasional dan disisi lain pendidikan juga harus mampu memenuhi tuntutan jaman, apalagi di era globalisasi yang menuntut high skilled labor (tenaga berketerampilan tinggi) yang bisa diterima oleh pasar global. Oleh karena itu, orientasi pendidikan harus selalu merujuk pada dua hal penting yaitu melestarikan karakter nasional dan menciptakan lulusan yang dapat bersaing secara kompetitif di pasar global atau mencetak manusia yang bertindak lokal dan berpikir global.
Peran sekolah adalah sebagai pewaris, pemelihara, dan pembaharu kebudayaan. Kartono (1977) menyatakan bahwa sekolah hendaknya dapat dijadikan sebagai:
*        Sentrum budaya untuk mengoperkan nilai dan benda budaya sendiri agar budaya nasional tidak hilang ditelan masa.
*        Arena untuk mengumpulkan ilmu pengetahuan modern, teknik dan pengalaman.
*        Bengkel latihan untuk mempraktikkan hak asasi manusia selaku warga negara yang bebas ditengah iklim demokrasi. Sekolah memiliki tugas mewariskan, memelihara, dan mengembangkan budaya yang tercermin dalam kurikulum. 
19


Guru bekerja sama dengan peserta didik meningkatkan kesadaran dengan menterjemahkan konsep budaya dengan cara berbeda. Guru mengarahkan ke konsep pusat kebudayaan dengan mempersiapkan dan motivasi belajar diantara peserta didik untuk sadar akan kenyataan dan berbekal belajar sebagai alat mendekati dunia kerja. Pergerakan multikultural meyakinkan bidang pendidikan sebagai suatu kebutuhan dengan model budaya yang konsisten. Mangunwijaya menyatakan bahwa proses pendidikan memiliki dua aspek yang saling mengisi, yaitu sebagai proses hominisasi dan proses humanisasi (Tilaar, 2004).
a.         Hominisasi
Pendidikan sebagai proses hominisasi melihat manusia sebagai mahluk hidup di dalam dunia dan ekologinya. Proses hominisasi tersebut manusia memerlukan kebutuhan biologis seperti makan, beranak pinak, memerlukan pemukiman, dan pekerjaan untuk menopang kehidupan. Proses hominisasi memenuhi kebutuhan manusia sebagai mahluk biologis. Pendidikan harus mampu menghasilkan output kompetitif yang mampu bersaing untuk mendapatkan pekerjaan dalam menopang kehidupannya yang lebih baik secara ekonomis dan sosial. Pendidikan harus memiliki orientasi intelektual yang dibutuhkan manusia untuk bersaing secara kompetitif sehingga mereka dapat diterima pasar, terlebih dalam era global yang lebih berasaskan knowledge based economy.
b.        Humanisasi
Pendidikan melihat manusia sebagai mahluk yang bermoral (human being). Mahluk yang bermoral berarti bahwa manusia bukan hanya sekedar hidup tetapi hidup untuk mewujudkan eksistensi, yaitu bahwa manusia hidup bersama-sama dengan sesama manusia sebagai ciptaan Yang Maha Kuasa.
20


Proses humanisasi tingkah laku manusia diarahkan kepada nilai-nilai kehidupan yang vertikal di dalam kenyataan hidup bersama dengan manusia lain. Nilai-nilai luhur tersebut, apakah diwahyukan ataupun yang dipelihara di dalam kehidupan bersama manusia karena disepakati, dapat mengikat kehidupan bersama nenuju suatu cita-cita bersama, yaitu kehidupan yang lebih baik, lebih tenteram, dan berkeadilan.
Hal-hal tersebut dijalin dan terjalin di dalam nilai-nilai kebudayaan suatu masyarakat atau suatu kelompok hidup bersama manusia. Proses humanisasi mencapai puncaknya pada seseorang yang berpendidikan dan berbudaya (educated and civilized human being).

4.        Kebudayaan dan pendidikan
Kebudayaan adalah cara hidup yang telah dikembangkan oleh anggota-anggota masyarakat (Imran Manan, 1989). Lima komponen kebudayaan, yaitu :
*        Gagasan
*        Ideologi
*        Norma
*        Teknologi
*        Benda
21


*        Kesenian
*        Ilmu
*        Kepandaian
Kebudayaaan dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
*        Kebudayaan umum, misalnya kebudayaan Indonesia itu sendiri.
*        Kebudayaan daerah, misalnya kebudayaan yang berada di daerah-daerah seperti kebudayaan Buton, Raha, Sunda, Jawa, dll.
*        Kebudayaan popular yaitu suatu kebudayaan yang masa berlakunya rata-rata lebih pendek dari kedua kebudayaan umum dan kebudayaan daerah.
Tiga hal yang menimbulkan perubahan kebudayaan, yaitu :
*        Originasi, yaitu sesuatu yang baru atau penemuan-penemuan baru.
*        Difusi, ialah pembentukan kebudayaan baru akibat masuknya elemen-elemen budaya yang baru ke dalam budaya yang lama.
*        Reinterpretasi, ialah perubahan kebudayaan akibat terjadinya modifikasi elemen-elemen kebudayaan yang telah ada agar sesuai dengan keadaan zaman.

22


Pendidikan adalah bagian dari kebudayaan. Bila kebudayaan berubah maka pendidikan juga bisa berubah dan bila pendidikan berubah akan dapat mengubah kebudayaan. Pendidikan adalah suatu proses membuat orang kemasukan budaya, membuat orang berprilaku mengikuti budaya yang memasuki dirinya. Sekolah sebagai salah satu dari tempat enkulturasi suatu budaya sesungguhnya merupakan bahan masukan bagi anak dalam mengembangkan dirinya. Antara pendidikan dan kebudayaan terdapat hubungan yang sangat erat dalam arti keduanya berkenaan dengan suatu hal yang sama yaitu nilai-nilai. Pendidikan membuat orang berbudaya, pendidikan dan budaya bersama dan memajukan. Makin banyak orang menerima pendidikan makin berbudaya orang itu dan makin tinggi kebudayaan makin tinggi pula pendidikan atau cara mendidiknya.
5.        Masyarakat dan sekolah
Lembaga pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat itu sendiri. Antara lembaga pendidikan dan masyarakat terjadi hubungan timbal balik. Pendidikan atau sekolah memberi manfaat kepada masyarakat begitu pula masyarakat memberikan dukungannya kepada sekolah. Manfaat pendidikan bagi masyarakat adalah :
*        Pendidikan sebagai transmisi budaya dan pelestarian budaya.
*        Sekolah sebagai pusat budaya bagi masyarakat sekitarnya.
*        Sekolah mengembangkan kepribadian anak di samping oleh keluarga anak itu sendiri.

23

*        Pendidikan membuat orang menjadi warga Negara yang baik.
*        Pendidikan meningkatkan integrasi sosial atau kemampuan bermasyarakat.
*        Implikasi dan konsep pendidikan
Konsep pendidikan mengangkat derajat manusia sebagai makhluk budaya yaitu makhluk yang diberkati kemampuan untuk menciptakan nilai kebudayaan dan fungsi budaya dan pendidikan adalah kegiatan melontarkan nilai-nilai kebudayaan dari generasi ke generasi.
Kebudayaan masyarakat jika dikaitkan dengan pendidikan maka ditemukan sejumlah konsep pendidikan :
*        Keberadaan sekolah tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat sekitarnya.
*        Perlu dibentuk badan kerjasama antara sekolah dengan tokoh-tokoh masyarakat termasuk wakil orang tua siswa untuk ikut memajukan pendidikan.
*        Proses sosialisasi anak-anak perlu ditingkatkan.
*        Dinamika kelompok dimanfaatkan untuk belajar.
*        Kebudayaan menyangkut seluruh cara hidup dan kehidupan manusia yang diciptakan oleh manusia ikut mempengaruhi pendidikan atau perkembangan anak. Sebaliknya pendidikan juga dapat mengubah kebudayaan.

24


BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Biologi adalah salah satu landasan ilmu yang dipakai di dalam dunia pendidikan. Pesatnya perkembangan biologi dapat memberikan dampak yang positif bagi banyak orang, khususnya kaum intelektual. Kaum yang sangat membutuhkan ilmu dan mengharapkan adanya perkembangan ilmu itu sendiri guna untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Landasan biologi pendidikan adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari kaidah-kaidah biologi yang dijadikan titik tolak dalam pendidikan. Biologi memiliki dasar yang modern, seperti: teori sel, evolusi, genetika, homeostasis, dan energi. Cabang-cabang biologi sangat banyak sekali, cabang tersebut sudah dikelompokkan sesuai dengan jenisnya masing-masing agar dalam proses pengajaran materi yang disampaikan fokus pada satu pembahasan saja.
Sosial budaya merupakan bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setiap kegiatan manusia hampir tidak pernah lepas dari unsur sosial budaya. Kebudayaan bersifat stabil tetapi dapat berubah, perubahan diukur dari elemen yang relatif stabil dan stabilitas diukur dari elemen budaya yang berubah dengan cepat.

B.       Saran
a.         Gemarlah membaca buku tentang ilmu biologi
b.        Kuasai ilmu-ilmu yang diterapkan dalam biologi dan sosial budaya
c.         Terapkanlah kehidupan sosial dalam pendidikan


25


DAFTAR PUSTAKA

hadirukiyah.blogspot.com