Minggu, 06 Oktober 2019

ABOUT ME



WHO I AM?

Hai semuaaa..
Dalam blog kali ini saya ingin menceritakan sedikit tentang saya. sebelumnya saya ingin menggunakan Bahasa Inggris, namun saya lebih nyaman dengan menggunakan Bahasa Indonesia.. So, tidak masalah bukan?πŸ˜ƒ

Nama saya Pebri Yuni Br Hutabarat.. Saya lahir pada tanggal 02 Febuari 2000. Saya adalah seorang wanita, hehe.. saya lampirkan foto saya diatas supaya tidak penasaran ya guys.. Kenapa saya harus memberitahu bahwa saya adalah seorang wanita? itu karena hampir setiap orang yang pertama kali berkenalan dengan saya mengatakan bahwa Pebri adalah nama untuk pria, bukan? so, saya mau memastikan bahwa saya adalah seorang wanita.😁

Oke, next..
Disini saya akan bercerita tentang bagaimana saya bisa sampai pada proses saat ini. Yaitu mengejar S1 Pendidikan Bahasa Inggris. saya adalah anak yang terlahir dari keluarga seorang petani. Saya anak ke-4 dari 7 orang bersaudara. Sejak SD sampai SMA saya selalu mendapat juara kelas, ini bukan pencitraan ya guys..πŸ˜† Saya memang sekolah dikampung yang masih sedikit tersentuh dengan ilmu pengetahuan umum  dan teknologi. Selama saya sekolah saya hanya mempelajari apa yang diajarkan oleh Guru saya disekolah. Saya hanya menghafal dan tidak pernah mencoba untuk mengembangkan pelajaran saya dari sumber lain. Oleh karena itu, Ibu saya selalu mengatakan bahwa saya juara diantara orang-orang malas bukan diantara orang-orang pintar. Saya juga selalu dijuluki "Juara Hafalan" oleh Ibu saya. Yang artinya saya juara hanya karena saya menghafal bukan memahami. Saya tidak menentang itu, namun saya juga tidak berusaha untuk memperbaiki diri saya. Sampai akhirnya ketika saya ingin masuk ke jenjang Perguruan Tinggi, disini saya benar-benar menyesal atas ketidak pedulian saya dengan julukan yang diberikan Ibu saya tersebut.

Sebelumnya saya sedikit bercerita bahwa setelah lulus SMP, saya ingin melanjutkan sekolah di SMA N 2 Perawang. Sekolah yang cukup terkenal didaerah saya. Namun, karena saya tinggal di Minas dan karena ada sistem zonasi sekolah, saya tidak diterima disekolah tersebut. Didaerah saya baru dibangun SMA, kami yang tinggal disekitar sekolah baru tersebut diwajibkan untuk masuk kesana. Saya merasa sangat sedih dan kesal. Namun hati saya berkata bahwa dimanapun saya sekolah tidak akan menjadi penentu bagaimana masa depan saya, penentunya tetaplah ada pada diri saya sendiri.πŸ˜‡

Setelah lulus SMA, saya mencoba untuk masuk UNRI melalui jalur PBUD, SNMPTN dan SBMPTN. Namun dari ketiga jalur tersebut saya tidak  mendapatkan kesempatan untuk lulus ke Universitas yang saya harapkan. Kembali saya kecewa dengan keadaan saya. Yang membuat saya lebih kecewa adalah orang tua saya harus membayar biaya kuliah yang lebih mahal karena saya harus kuliah di Universitas swasta. Setelah tidak lulus UNRI, saya hanya terfokus pada Universitas Lancang Kuning. Kembali hati saya berkata bahwa penentu bagaimana masa depan saya bukanlah dimana saya mengejar pendidikan, namun bagaimana saya mengejar pendidikan tersebut.

Disaat masuk Universitas Lancang Kuning saya memilih Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Karena cita-cita saya adalah ingin menjadi Guru. mengapa saya ingin menjadi Guru? itu karena selama saya sekolah saya merasa bahwa 90% peran seorang Guru yang baik bisa membentuk ribuan generasi muda untuk menjadi lebih baik. Saya ingin menjadi bagian dari perubah generasi muda menjadi lebih baik tersebut.πŸ˜‡

Pada saat inilah saya menyesal dengan sangat-sangat menyesal tidak menghiraukan julukan dan kata-kata yang diberikan oleh Ibu saya selama saya menjadi seorang siswa. Saya tidak berusaha memperbaiki diri saya sehingga dijenjang Universitas saya sangat terkejut dengan lingkungan baru saya. Yang dulunya saya bangga menjadi juara kelas sekarang saya sangat-sangat malu karena Ilmu yang ada pada saya hanya seperempat dari teman-teman saya dikampus. Saya merasa tidak mampu untuk bersaing ditingkat ini. Saya sempat berpikir untuk menyerah. Namun lagi-lagi hati saya berkata bahwa yang menjadi penentu bagaimana masa depan saya adalah niat dan usaha saya. Saya juga selalu diingatkan oleh pikiran saya bahwa perjuangan orang tua saya adalah alasan utama saya harus melanjutkan pendidikan saya. Disini saya berusaha belajar dari nol. Saya sangat bersyukur, karena banyak yang mendukung saya. mulai dari keluarga, teman, bahkan dosen-dosen saya. Satu hal yang membuat saya semakin semangat adalah ketika dosen saya berkata "sekarang tidak waktunya untuk melihat dimana kita mengejar pendidikan, namun bagaimana kita mengejar pendidikan tersebut. Jadikan Almamater mu besar karena namamu bukan namamu besar karena Almamatermu".πŸ’ͺ

Saya ingin berbangga diri karena memiliki orangtua yang sangat luar biasa. Ayah saya hanya lulusan SMA sedangkan Ibu saya SD sajapun tidak sampai ke jenjang kelulusan karena masalah biaya. Namun, bagi saya mereka adalah sarjana yang sangat luarbiasa. Karena mereka mampu membuat 7 orang anak menikmati dunia pendidikan. Bahkan saat ini sudah mengantarkan 2 orang saudara saya menjadi sarjana. Pengorbanan inilah yang membuat saya tidak memiliki alasan untuk mengeluh dan berhenti mengejar pendidikan. Meskipun hanya bekerja sebagai petani, apapun kebutuhan saya selalu dipenuhi oleh orangtua saya. Tentu saya bangga bukan?😊

Sedikit pembelajaran yang ingin saya sampaikan kepada adik-adik yang masih menjadi siswa, jangan buang waktumu, Jangan nyaman dengan lingkunganmu, Manfaatkan teknologi saat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilanmu, karena dijenjang Perguruan Tinggi tidak senikmat berada dijenjang kalian saat ini. Ketika kalian sia-siakan waktu dan tekhnologi yang ada, kesulitan bersaing di jenjang Perguruan tinggi akan membuat kalian sangat menyesalinya. Belajarlah dari pengalaman saya.

Menyerah bukanlah pilihan.!
Tetap berjuang yaa.. Ingatlah semua tempat adalah sekolah dan semua orang adalah guru. Jangan anggap remeh lingkungan kita. Semoga cerita saya ini bisa menjadi pemicu kalian untuk tidak mudah menyerah dan selalu memanfaatkan waktu dan tekhnologi yang ada..πŸ˜‡

Dari cerita saya ini, kalian sudah pasti tau dong bagaimana saya..
Sedikit cerita tentang saya terimakasih telah membaca dan singgah diblog saya yaaa...
Dahhhhhh...πŸ‘‹πŸ˜Š

14 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Cukup menarik dan sangat memotivasi
    Salam dari Saya pejuang SNMPTN , SBMPTN
    Dan Berujung di UNIVERSITAS LANCANG KUNING TERCINTA πŸ’™

    BalasHapus
  3. anjir. kok aku merasa yaa pas kalimat "aku pintar diantara orang malas" πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜‚

    BalasHapus
  4. HI Pebri si edak ratu hapalan. Dapat salam dari ito sini

    BalasHapus